Jenis-Jenis Skema Rangkaian Power Supply, Penjelasan Lengkap!

Power supply adalah komponen yang bertanggung jawab dalam memasok daya ke beban listrik. Alat ini didesain untuk mengubah berbagai jenis energi seperti matahari, kimia, energi mekanik, dan listrik.

Kita sering menemukan penggunaan power supply dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai tipe, bentuk, dan model. Misalnya, pada perangkat komputer dan elektronik lainnya, power supply sangat penting karena perangkat tersebut tidak dapat berfungsi tanpa adanya daya yang disuplai oleh power supply.

Untuk memahami lebih lanjut tentang alat catu daya (power supply) ini, berikut adalah beberapa contoh rangkaian power supply yang perlu kamu ketahui.

Jenis Skema Rangkaian Power Supply

1. Rangkaian Power Supply CT

Rangkaian Power Supply CT

Rangkaian power supply CT, yang juga disebut sebagai rangkaian power supply simetris, memiliki kemampuan untuk memasok daya listrik sebesar 12 volt pada perangkat elektronik lain. Rangkaian ini sering juga disebut sebagai rangkaian power supply 12 V karena memiliki daya sebesar itu.

Meskipun hanya memiliki batas daya 12 V, power supply CT sudah dianggap memadai untuk keperluan sehari-hari, terutama di rumah. Namun, terdapat beberapa tipe power supply dengan daya 12 V, antara lain:

  • Rangkaian power supply 12 volt 10 ampere tanpa trafo
  • Rangkaian power supply 12 volt 5 ampere tanpa trafo
  • Rangkaian power supply 12 volt tanpa trafo dan lain-lain

Dalam penggunaannya, power supply CT memberikan keuntungan tersendiri karena dapat mensupply daya yang stabil pada perangkat elektronik. Oleh karena itu, power supply CT banyak digunakan dalam perangkat elektronik seperti speaker aktif, pemancar FM, dan lain-lain.

2. Rangkaian Power Supply Variabel

Rangkaian Power Supply variabel

Dalam rangkaian power supply variabel, tegangan output-nya dapat diatur dan disesuaikan sesuai kebutuhan.

Biasanya, rangkaian ini menggunakan IC tipe LM317 sebagai regulator tegangan. Rentang tegangan output-nya adalah antara 12,5 hingga 15 volt DC dengan arus maksimal 1 Ampere.

3. Rangkaian Power Suppy dengan Potensiometer

Rangkaian Power Supply dengan Potensiometer

Rangkaian power supply dengan potensiometer memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan tegangan output sesuai dengan kebutuhan. Alat catu daya ini dapat diatur sendiri dan biasanya memiliki rentang tegangan output antara 1 hingga 35 volt.

Kesimpulan

Rangkaian power supply atau alat catu daya berfungsi sebagai sumber suplai energi listrik untuk berbagai perangkat elektronik. Kebutuhan arus tegangan listrik untuk rumah umumnya menggunakan arus DC, oleh karena itu perlu adanya pengubahan arus tegangan listrik AC menjadi DC.

Peran power supply adalah mengubah tegangan AC dari sumber listrik utama menjadi arus DC yang dibutuhkan oleh perangkat elektronik. Dengan demikian, perangkat elektronik dapat beroperasi dengan baik sesuai fungsinya karena mendapatkan suplai daya yang dibutuhkan.