Stop Kontak: Pengertian, Fungsi, Cara Pasang dan Cara Kerjanya

Stop Kontak

Stop kontak adalah sebuah perangkat yang sering ditemui dan digunakan oleh banyak orang. Fungsinya adalah sebagai penghubung antara perangkat elektronik dengan sumber listrik di dalam bangunan yang memiliki jaringan kelistrikan.

Dengan menggunakan stop kontak, perangkat elektronik dapat terhubung dengan sumber listrik dan menerima energi yang diperlukan untuk berfungsi. Stop kontak memungkinkan penggunaan berbagai macam perangkat elektronik dengan cara yang praktis dan aman.

Artikel ini akan menjelaskan pengertian, fungsi, dan cara kerja stop kontak secara rinci. Dengan membaca informasi ini, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai stop kontak dan pentingnya peranannya dalam penggunaan perangkat elektronik.

Pengertian Stop Kontak

Stop kontak sering disebut juga dengan istilah colokan listrik. Selain itu, stop kontak juga dikenal dengan nama terminal listrik.

Stop listrik adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai penghubung arus listrik. Alat ini berperan sebagai titik distribusi listrik yang akan dialirkan ke berbagai perangkat elektronik.

Energi listrik yang diperoleh melalui terminal listrik akan mengalir melalui steker dan kabel menuju perangkat elektronik seperti televisi, radio, kulkas, mesin cuci, oven, dan sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari, colokan listrik memiliki manfaat yang sangat penting. Di dalam sebuah bangunan, biasanya terdapat sekitar 10 atau lebih stop kontak. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran stop kontak dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan.

Dengan adanya colokan listrik, kita dapat dengan mudah menghubungkan perangkat elektronik mereka ke sumber listrik untuk mendapatkan daya yang diperlukan. Artikel ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang pengertian dan pentingnya stop kontak dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi Stop Kontak

Stop kontak, juga dikenal dengan nama electrical socket dalam bahasa Inggris, adalah peralatan elektronik yang sangat umum dan sering kita temui di rumah. Namun, apa sebenarnya fungsi-fungsi dari stop kontak?

Berikut adalah beberapa fungsi stop kontak:

  1. Sebagai Terminal Listrik.
  2. Sebagai Pemutus Arus Listrik.
  3. Mempercantik Ruangan.
  4. Memberikan Rasa Aman Pada Penggunanya.

Simak penjelasan selengkapnya dibawah ini.

1. Sebagai Terminal Listrik

Stop kontak memiliki fungsi utama sebagai terminal listrik. Fungsinya adalah untuk menghubungkan perangkat elektronik dengan sumber arus listrik.

Ketika steker elektronik disambungkan ke stop kontak, arus listrik akan mengalir melalui kabel listrik dan didistribusikan dari stop kontak ke perangkat elektronik. Dengan adanya stop kontak, berbagai peralatan listrik dapat beroperasi dengan baik.

2. Sebagai Pemutus Arus Listrik

Stop kontak memiliki fungsi penting sebagai pemutus arus listrik. Dalam instalasi listrik, terdapat berbagai jenis arus seperti arus negatif, arus positif, dan grounding.

Ketika terjadi kontak pada instalasi tersebut, stop kontak berperan sebagai pemutus arus listrik yang ada. Fungsi ini memastikan bahwa arus listrik terputus sehingga melindungi perangkat dan pengguna dari risiko kejutan listrik yang berbahaya.

3. Mempercantik Ruangan

Selain sebagai pemutus arus listrik, stop kontak juga dapat berfungsi sebagai elemen dekoratif yang mempercantik ruangan. Dengan pemasangan stop kontak yang kreatif dan menggunakan model yang unik, ruangan dapat memiliki penampilan yang menarik dan indah.

Saat ini, tersedia berbagai model, varian, dan pilihan bentuk stop kontak. Anda dapat memilih model dan warna yang sesuai dengan dekorasi ruangan untuk menciptakan keselarasan visual yang harmonis. Dengan begitu, stop kontak tidak hanya berfungsi secara praktis, tetapi juga memberikan nilai estetika yang menyenangkan.

4. Memberikan Rasa Aman pada Penggunanya

Selain sebagai pemutus arus listrik saat terjadi kontak arus yang berbeda, stop kontak juga memiliki fungsi untuk melindungi manusia dari bahaya listrik.

Misalnya, jika seseorang secara tidak sengaja menyentuh bagian stop kontak yang terhubung dengan listrik, fungsi stop kontak akan bekerja dengan memutuskan aliran arus listrik. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya risiko bahaya seperti kejutan listrik. Dengan demikian, stop kontak memberikan perlindungan dan rasa aman bagi penggunanya.

Bagian-Bagian Stop Kontak

Bagian Bagian Stop Kontak

Jika melihat gambar stop kontak di atas, terlihat bahwa desainnya sederhana. Secara fisik, stop kontak terdiri dari dua komponen utama, yaitu:

  1. Bagian dasar
  2. Bagian penutup

Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai komponen penyusun stop kontak:

1. Bagian Dasar

Komponen pertama dari stop kontak adalah bagian dasar, yang berfungsi sebagai tempat atau dudukan untuk colokan listrik.

Bagian dasar colokan listrik ini memiliki tiga terminal kaki yang saling terhubung, dan memiliki peran penting dalam mengaktifkan arus listrik. Terminal-terminal yang terdapat di dalamnya meliputi:

  • Terminal kabel netral, Terminal ini bertugas untuk menghubungkan kabel netral dari sumber listrik ke perangkat elektronik yang akan digunakan. Kabel netral berfungsi sebagai jalur pengembalian arus listrik yang tidak terpakai.
  • Terminal arde atau ground, Terminal ini berfungsi untuk menghubungkan perangkat elektronik dengan sistem grounding. Fungsinya adalah untuk melindungi pengguna dari risiko kejutan listrik atau arus bocor dengan mengalirkan arus yang tidak aman ke tanah.
  • Terminal kabel fasa, Terminal ini bertugas untuk menghubungkan kabel fasa dari sumber listrik ke perangkat elektronik. Kabel fasa membawa arus listrik yang digunakan untuk menjalankan perangkat elektronik dengan aman dan efisien.

Dengan adanya ketiga terminal ini, stop kontak dapat berfungsi sebagai penghubung yang aman dan efektif antara perangkat elektronik dengan sumber listrik.

2. Bagian Penutup

Komponen selanjutnya dari stop kontak adalah bagian penutup. Bagian ini berfungsi untuk melindungi bagian dasar stop kontak. Penutup juga berperan sebagai isolator yang mencegah manusia dari terkena sengatan listrik.

Selain itu, bagian penutup juga memiliki fungsi estetika. Dengan adanya penutup ini, tampilan colokan listrik akan terlihat lebih baik dan teratur. Penutup memberikan sentuhan visual yang menyempurnakan desain keseluruhan stop kontak.

Cara Kerja Stop Kontak

Stop kontak memiliki tiga jenis terminal yaitu terminal ground atau arde, terminal netral, dan terminal fasa. Dalam perangkat elektronik, terdapat dua jenis kabel, yaitu kabel netral dan kabel positif.

Cara kerja stop kontak adalah sebagai berikut:

  • Stop kontak seharusnya memiliki arus yang seimbang di dalamnya. Oleh karena itu, untuk memastikan kinerja yang normal, arus yang mengalir melalui kabel netral dan kabel positif harus seimbang.
  • Jumlah arus yang mengalir melalui kabel positif dan kabel netral harus sama.
  • Arus listrik yang ada di stop kontak akan mengalir melalui steker dan kabel.
  • Kemudian, arus tersebut akan diteruskan ke perangkat elektronik dan memungkinkannya untuk bekerja sesuai dengan fungsinya.

Cara Memasang Stop Kontak

Cara Memasang Stop Kontak

Pada suatu kondisi, mungkin Anda akan dihadapkan pada situasi dimana perlu mengganti colokan listrik. Bagaimana cara memasang stop kontak yang benar dan aman?

Berikut ini adalah tata cara yang benar dan aman dalam memasang stop kontak:

  • Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan, seperti kabel, stop kontak, tespen, obeng, dan lain-lain.
  • Pastikan untuk mematikan aliran listrik di rumah agar terhindar dari risiko kejutan listrik.
  • Buat tempat pemasangan stop kontak, baik itu dalam tembok atau permukaan yang sesuai.
  • Jika menggunakan stop kontak versi tanam, buat lubang di tembok sesuai dengan ukuran stop kontak yang akan dipasang.
  • Persiapkan jalur kabel menuju stop kontak, dan gunakan pipa sebagai pengamanan kabel untuk meningkatkan keamanan.
  • Pastikan arus fasa dan netral terhubung dengan benar sesuai dengan jalur yang telah disiapkan.
  • Sambungkan kabel fasa dan netral dengan jalur listrik terdekat.
  • Pastikan untuk melindungi sambungan kabel dengan isolasi atau metode yang tepat.
  • Pasang pipa pada jalur kabel dan masukkan kabel beserta kabel grounding (arde) ke dalamnya.
  • Tempatkan stop kontak pada lubang yang telah disiapkan.
  • Kelupas sedikit ujung kabel sehingga bagian intinya terlihat.
  • Pasang kabel fasa, arde, dan netral pada baut yang terdapat pada stop kontak. Kabel fasa dan netral ditempatkan di sisi kanan dan kiri, sedangkan kabel arde ditempatkan di terminal tengah.
  • Pastikan baut-baut terpasang dengan baik dan rapat, dan pastikan tidak ada kontak antara kabel-kabel yang dapat menyebabkan korsleting listrik.
  • Terakhir, pasang penutup pada stop kontak.

Untuk memastikan pemasangan stop kontak yang benar, gunakan tespen untuk menguji apakah lubang-lubang di stop kontak menyala atau tidak. Jika semua lubang menyala saat diuji dengan tespen, maka berarti stop kontak telah terpasang dengan baik.

Jenis-Jenis Stop Kontak

Jenis Jenis Stop Kontak

Di pasar, Anda akan menemukan banyak variasi bentuk dan model stop kontak atau colokan listrik. Namun, jika dilihat berdasarkan jenisnya, stop kontak dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori.

Berikut adalah beberapa jenis stop kontak yang umum digunakan:

1. Jenis Stop Kontak Berdasarkan Fungsi dan Bentuknya

Berdasarkan fungsi dan bentuknya, stop kontak dapat dibedakan menjadi dua jenis:

  • Stop kontak kecil.
  • Stop kontak besar.

Simak perbedaan dari kedua jenis stop kontak melalui penjelasan dibawah ini:

  • Stop Kontak Kecil

top kontak kecil adalah jenis colokan listrik yang dilengkapi dengan 2 kanal atau lubang. Colokan listrik ini umumnya digunakan untuk mengalirkan listrik pada peralatan elektronik dengan daya rendah. Dengan adanya 2 kanal, pengguna dapat menghubungkan dua perangkat elektronik secara bersamaan.

Stop kontak kecil ini sering digunakan untuk menghubungkan peralatan seperti lampu meja, pengisi daya ponsel, penghisap debu portabel, dan perangkat elektronik kecil lainnya. Bentuknya yang kompak membuatnya mudah dipasang di berbagai area dengan ruang terbatas, baik di rumah, kantor, maupun saat bepergian.

Pemilihan stop kontak kecil sangat berguna dalam mengatasi kebutuhan penggunaan peralatan elektronik dengan daya rendah secara praktis. Dengan menghubungkan peralatan elektronik ke stop kontak kecil, pengguna dapat dengan mudah mengalirkan listrik dan menjalankan perangkat tanpa perlu menggunakan stop kontak besar yang mungkin terlalu berlebihan.

Meskipun stop kontak kecil memiliki kapasitas daya yang terbatas, tetapi tetap menjadi pilihan yang tepat untuk menghubungkan peralatan elektronik dengan daya rendah secara efisien dan aman.

  • Stop Kontak Besar

Stop kontak besar merupakan jenis colokan listrik yang dirancang khusus untuk peralatan listrik dengan daya besar. Colokan ini memiliki kanal AC sebanyak 2 buah yang digunakan untuk mengalirkan listrik pada perangkat-perangkat yang membutuhkan daya tinggi. Selain itu, pada bagian atas dan bawah kanal AC terdapat lempengan logam yang berfungsi sebagai penghubung yang kuat dan stabil untuk mengalirkan arus listrik dengan aman.

Stop kontak besar sangat berguna dalam menyediakan daya listrik yang cukup untuk peralatan-peralatan berdaya besar seperti kulkas, oven, mesin cuci, dan peralatan rumah tangga lainnya. Dengan kanal AC ganda, stop kontak ini memungkinkan pengguna untuk menghubungkan dua perangkat listrik sekaligus.

Desainnya yang tangguh dengan lempengan logam pada kanal AC memberikan keamanan dan keandalan saat mengoperasikan peralatan dengan daya tinggi. Stop kontak besar menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan daya peralatan rumah atau kantor yang lebih besar dan memastikan pasokan listrik yang stabil dan efisien.

2. Jenis Stop Kontak Berdasarkan Posisi Pemasangannya

Berdasarkan posisi pemasangannya, ada 2 jenis stop kontak, diantaranya adalah:

  • Stop kontak in bow.
  • Stop kontak out bow.

Lihat perbedaan adari kedua jenis stop kontak tersebut dibawah ini:

  • Stop Kontak In Bow

Stop kontak in bow adalah jenis colokan listrik yang dipasang di dalam tembok. Pemasangan stop kontak ini melibatkan proses lubang tembok terlebih dahulu. Setelah lubang tembok dibuat, stop kontak in bow ditanam ke dalam lubang tersebut sehingga bagian penutupnya sejajar dengan permukaan tembok. Pemasangan seperti ini memberikan tampilan yang rapi dan terintegrasi dengan baik dalam struktur bangunan.

Dalam memasang stop kontak in bow, penting untuk memperhatikan kedalaman dan kecocokan ukuran lubang agar stop kontak dapat terpasang dengan aman dan kokoh di dalam tembok. Jika perlu, dapat menggunakan alat pemasangan khusus yang memudahkan proses penanaman stop kontak ke dalam tembok.

Dengan metode pemasangan ini, stop kontak in bow dapat menghasilkan tampilan yang estetis dan memberikan kemudahan akses ke sumber listrik tanpa mengganggu desain interior ruangan.

  • Stop Kontak Out Bow

Stop kontak out bow adalah jenis colokan listrik yang dipasang di luar tembok. Pemasangan stop kontak ini tidak melibatkan proses lubang tembok seperti pada versi in bow. Stop kontak out bow dapat dipasang secara langsung pada permukaan tembok tanpa perlu menanamnya ke dalam struktur tembok. Metode pemasangan ini memberikan kemudahan dan kepraktisan dalam instalasi stop kontak.

Dalam memasang stop kontak out bow, cukup menempelkan bagian belakang stop kontak pada permukaan tembok yang diinginkan. Dengan menggunakan baut atau perekat yang kuat, stop kontak dapat terpasang dengan aman dan kokoh pada tembok.

Pemasangan stop kontak out bow memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi karena dapat dipindahkan atau diganti posisinya dengan mudah jika diperlukan. Hal ini membuat stop kontak out bow menjadi pilihan yang populer dalam aplikasi yang membutuhkan instalasi listrik yang cepat dan praktis.

Tips Memilih Stop Kontak Berkualitas

Stop kontak menjadi benda yang penggunaannya sangat populer di rumah. Pada saat membeli stop kontak, pastikan untuk memilih colokan listrik yang berkualitas sehingga kualitas dan keamanannya lebih terpercaya.

Namun, bagaimana kira-kira cara memilih stop kontak yang bagus?

Ketika memilih stop kontak yang bagus, ada beberapa tips yang dapat diperhatikan:

  1. Perhatikan Harga, Pilih stop kontak dengan harga yang wajar, tidak terlalu murah atau terlalu mahal. Pastikan produk yang dibeli memiliki standar SNI untuk menjamin kualitasnya.
  2. Pilih Merek Ternama, Pilih stop kontak dari merek yang terkenal dan sudah terpercaya oleh banyak pengguna, seperti Broco, Panasonic, Schneider, dan sebagainya.
  3. Bahan Plat Penjepit Kuningan, Pilih stop kontak yang dilengkapi dengan plat penjepit yang terbuat dari kuningan, karena kuningan merupakan konduktor yang baik dalam menghantarkan listrik.
  4. Perhatikan Penjepit Arde, Pastikan stop kontak dilengkapi dengan penjepit arde untuk memudahkan penghubungan kabel arde dengan steker.
  5. Bodi Penutup yang Aman, Pilih stop kontak yang memiliki bodi penutup yang tebal, lentur, dan tahan panas untuk memberikan keamanan ekstra. Pastikan bodi penutup tidak mudah terbakar.

Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, Anda dapat memilih stop kontak yang berkualitas, aman, dan dapat diandalkan untuk digunakan di rumah.

Kesimpulan

Stop kontak, juga dikenal sebagai colokan listrik, berperan penting dalam menghubungkan sumber listrik dengan perangkat elektronik. Fungsinya adalah sebagai terminal untuk menyediakan aliran listrik ke perangkat elektronik. Dengan menghubungkan perangkat elektronik ke stop kontak, kita dapat menyalakannya dan memastikan kinerjanya sesuai dengan fungsinya.

Pembahasan tentang stop kontak ini, yang mencakup pengertian, fungsi, komponen, cara kerja, jenis, tips memilih, dan cara pemasangan yang benar, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan Anda mengenai topik ini.