Saklar Tunggal Adalah: Gambar, Fungsi, Cara Kerja & Cara Memasang

Saklar Tunggal

Saklar tunggal merupakan sebuah perangkat elektronik yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Sesuai dengan namanya, saklar tunggal hanya memiliki satu tuas yang digerakkan untuk mengalirkan atau memutuskan listrik.

Penggunaan dari saklar ini cukup mudah ditemukan. Misalnya, diaplikasikan sebagai switch lampu, stopkontak, microwave dan berbagai keperluan lainnya.

Ketahui secara spesifik mengenai fungsi saklar tunggal, prinsip kerja, komponen penyusun dan cara pemasangannya pada artikel di bawah ini.

Pengertian Saklar Tunggal

Saklar tunggal adalah perangkat listrik yang berfungsi untuk mengalirkan atau memutuskan arus listrik. Jenis saklar ini termasuk dalam kategori SPST (Single Pole Single Throw), yang berarti hanya memiliki satu kutub dan hanya dapat digunakan untuk mengalirkan arus listrik dalam satu arah saja.

Saklar tunggal digunakan sebagai sistem kendali untuk mengontrol kinerja perangkat elektronik. Namun, karena jenisnya yang SPST, saklar tunggal hanya dapat digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan aliran listrik saja, tanpa kemampuan untuk mengubah arah aliran listrik.

Contoh penggunaan saklar tunggal dapat ditemukan di berbagai peralatan listrik, seperti lampu rumah, stop kontak, switch kipas angin, microwave, dan sebagainya.

Fungsi Saklar Tunggal

Saklar tunggal menjadi perangkat listrik dengan fungsi yang cukup penting dalam kehidupan manusia. Adapun fungsi dari saklar tunggal adalah sebagai berikut:

  1. Pemutus dan penghubung muatan listrik.
  2. Mencegah timbulnya korsleting listrik.
  3. Melindungi dari risiko kesetrum.

Simak penjelasan lebih lengkap dari setiap fungsi saklar tunggal di bawah ini.

1. Pemutus dan Penghubung Muatan Listrik

Saklar berperan sebagai perantara untuk mengalirkan atau memutus arus listrik. Penggunaan saklar membuat penggunaan peralatan listrik menjadi lebih fleksibel karena bisa dinyalakan atau dimatikan sesuai kebutuhan.

2. Mencegah Timbulnya Korsleting Listrik

Peralatan listrik pada umumnya memerlukan jeda dan tidak sebaiknya digunakan secara terus-menerus karena dapat menyebabkan kerusakan atau bahkan korsleting.

Dengan menggunakan saklar, risiko tersebut dapat dicegah dan dihindari. Caranya adalah dengan menggunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan dan mematikannya ketika sudah tidak dibutuhkan.

3. Melindungi dari Risiko Kesetrum

Saklar juga berfungsi sebagai alat pelindung. Dengan menggunakan saklar, kita dapat lebih aman dalam menyalakan atau mematikan peralatan listrik tanpa takut terkena arus listrik yang berbahaya.

Komponen Penyusun Saklar Tunggal

Saklar tunggal tersusun atas beberapa komponen, adapun komponen penyusun saklar tunggal adalah sebagai berikut:

  1. Rumah Saklar
  2. Baut Pengikat Fasa
  3. Plat Penghubung
  4. Titik Hubung
  5. Tombol.

Simak penjabaran lebih lengkap dari setiap komponen saklar tunggal melalui penjelasan berikut ini.

1. Rumah Saklar

Komponen pertama pada saklar tunggal adalah rumah saklar. Rumah saklar umumnya terbuat dari bahan semikonduktor, yang bertujuan untuk mencegah orang dari risiko terkena sengatan arus listrik saat menggunakan saklar.

Meskipun ada rumah saklar yang terbuat dari besi, penggunaan plastik lebih umum karena bahan plastik tidak dapat menghantarkan listrik dan dianggap lebih aman sebagai isolator.

2. Baut Pengikat Fasa

Komponen selanjutnya adalah baut pengikat, yang berfungsi untuk mengikat kabel. Pada saklar, terdapat dua jenis baut pengikat, yaitu baut yang terhubung ke lampu dan baut yang terhubung ke kabel fase.

3. Plat Penghubung

Plat penghubung pada saklar berperan penting saat tombol on dan off ditekan. Saat saklar ditekan ke posisi on, plat penghubung ini akan menghubungkan rangkaian saklar sehingga arus listrik dapat mengalir.

Namun saat tombol ditekan ke posisi off, plat penghubung akan kembali ke posisi semula, memutus rangkaian saklar sehingga arus listrik berhenti mengalir dan saklar mati.

4. Titik Hubung

Komponen berikutnya adalah titik hubung, yang berfungsi sebagai media pengalir arus listrik dari saklar ke lampu.

5. Tombol

Saklar tunggal memiliki satu tombol switch untuk menghidupkan atau mematikan aliran listrik. Tombol ini berperan dalam mengubah posisi saklar menjadi on atau off.

Cara Kerja Saklar Tunggal

Saklar tunggal bekerja dengan prinsip mekanisme sederhana yang hanya memiliki dua kondisi, yaitu hidup dan mati. Adapun cara kerja saklar tunggal adalah:

  • Saat tombol atau tuas saklar ditekan ke salah satu sisi, arus listrik akan mengalir dan saklar akan berada dalam kondisi hidup. Untuk mematikan saklar, kita hanya perlu menekan tombol ke arah yang berlawanan.
  • Saat saklar dalam posisi hidup, titik hubung di dalamnya akan tersentuh oleh plat logam sehingga memungkinkan arus listrik mengalir pada rangkaian.
  • Ketika saklar menerima aliran listrik, maka alat elektronik yang terhubung dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya. Namun, saat saklar dimatikan, aliran listrik akan terputus dan alat elektronik akan berhenti berfungsi.

Cara Memasang Saklar Tunggal

Untuk melakukan pemasangan saklar tunggal, sebenarnya kita dapat melakukannya sendiri tanpa bantuan teknisi.

Berikut adalah langkah-langkah pemasangan saklar tunggal:

  • Matikan terlebih dahulu aliran arus listrik dengan menurunkan MCB. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga keamanan saat memasang saklar.
  • Gunakan tespen untuk memastikan bahwa arus listrik pada rangkaian sudah tidak mengalir. Jangan lupa untuk mencabut semua kabel listrik yang terhubung pada rangkaian.
  • Setelah dipastikan aman, potong kabel listrik pada bagian ujung untuk memudahkan pemasangan.
  • Cari sumber input arus listrik dan pasangkan kabel pada titik tersebut. Sumber input ini biasanya terletak pada kotak listrik atau terminal listrik di dinding.
  • Carilah titik lubang pada saklar dan pasangkan kabel pada titik tersebut sebagai output yang mengarah pada lampu. Biasanya terdapat tiga titik pada saklar yaitu untuk kabel fase (biasanya berwarna hitam), kabel netral (biasanya berwarna putih), dan kabel ground (biasanya berwarna hijau-kuning).
  • Setelah semua komponen terpasang, kencangkan semua baut yang terdapat pada saklar menggunakan obeng dan tang.
  • Cek kembali apakah saklar sudah berfungsi dengan menggunakan tespen. Pastikan bahwa saklar tidak terhubung dengan arus listrik dan lampu mati ketika saklar dalam posisi off. Sedangkan saklar terhubung dengan arus listrik dan lampu menyala ketika saklar dalam posisi on.
  • Terakhir, hidupkan MCB dan cek kondisi saklar. Pastikan bahwa saklar berfungsi dengan baik dan lampu bisa dinyalakan atau dimatikan sesuai dengan posisi saklar.

Kesimpulan

Saklar tunggal adalah jenis saklar yang hanya memiliki satu kanal input dan output tunggal. Saklar ini biasanya digunakan pada jalur arus searah dan berfungsi sebagai penghubung atau pemutus aliran listrik dengan satu beban saja.

Dengan adanya saklar, proses menyalakan dan mematikan peralatan elektronik menjadi lebih mudah dan praktis. Selain itu, saklar juga berperan sebagai pengaman yang membantu manusia menggunakan alat-alat listrik tanpa khawatir terkena arus listrik yang berbahaya.

Saklar tunggal sangat umum digunakan di rumah-rumah dan gedung-gedung. Beberapa keunggulan yang dimilikinya adalah harganya yang terjangkau, mudah digunakan, mudah dipasang, dan fleksibel.