Macam-Macam Alat Ukur, Kenali Fungsi dan Jenisnya

Mengukur adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan besarnya suatu objek atau fenomena. Contohnya, untuk mengetahui panjang sebuah meja, diperlukan penggunaan meteran atau penggaris sebagai alat ukur yang sederhana.

Tak hanya untuk mengukur panjang atau jarak, alat ukur juga digunakan untuk mengukur berbagai hal lainnya seperti berat, kecepatan, suhu, tekanan, kelembaban, dan lain-lain. Sebagai contoh, atlet lari menggunakan stopwatch untuk mengukur seberapa cepat mereka berlari.

Jenis-jenis alat ukur juga sangat beragam, tergantung dari fungsi utamanya. Misalnya, thermometer digunakan untuk mengukur suhu, barometer digunakan untuk mengukur tekanan udara, dan timbangan digunakan untuk mengukur berat benda.

Tak hanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, alat ukur juga sangat penting dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti fisika, kimia, dan teknik. Dalam fisika, alat ukur seperti osiloskop digunakan untuk mengukur sinyal listrik, sedangkan dalam kimia, spektrofotometer digunakan untuk mengukur absorbansi suatu zat.

Dalam teknik, alat ukur sangat penting untuk memastikan keakuratan suatu produk atau benda yang dibuat. Misalnya, kualitas suatu produk elektronik ditentukan oleh keakuratan ukuran dan dimensi dari komponen elektronik yang digunakan.

Secara keseluruhan, alat ukur memainkan peran penting dalam kehidupan manusia, baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa alat ukur, akan sulit bagi kita untuk mengetahui dan memastikan besarnya suatu objek atau fenomena dengan akurasi yang tinggi.

Nah, pembahasan lebih lengkap mengenai beragam jenis alat ukur dan fungsinya bisa anda simak pada artikel di bawah ini.

Macam-Macam Alat Ukur

Macam-macam alat ukur secara garis besar dapat dibagi menjadi 11, diantaranya adalah:

  1. Alat ukur panjang,
  2. Alat ukur tinggi badan,
  3. Alat ukur volume,
  4. Alat ukur massa dan berat,
  5. Alat ukur listrik,
  6. Alat ukur waktu,
  7. Alat ukur suhu,
  8. Alat ukur kelembaban udara,
  9. Alat ukur Kecepatan,
  10. Alat ukur tanah,
  11. Alat ukur intensitas cahaya.

Untuk keperluan sains, fungsi alat ukur ini sangatlah diperlukan. Jenisnya sendiri juga diklasifikasikan sesuai dengan fungsi atau kinerjanya.

Misalnya saja alat ukur untuk melakukan pengukuran panjang, volume, waktu, massa atau berat, suhu, kelembaban udara, tanah, listrik, serta gaya dan tekanan.

Sedangkan sesuai dengan sifatnya ada dua jenis, yaitu alat ukur baku dan tidak baku. Lebih detailnya, mari langsung saja kita simak pembahasan berikut ini.

A. Alat Ukur Panjang

Alat Ukur Panjang

Alat ukur panjang memiliki peran penting dalam melakukan pengukuran panjang suatu objek. Terdapat beberapa jenis alat ukur panjang yang sesuai dengan kebutuhan pengukuran yang berbeda.

Macam-macam alat ukur panjang adalah sebagai berikut:

  1. Pengggaris,
  2. Meteran,
  3. Mikrometer Sekrup,
  4. Jangka Sorong.

Berikut pembahasan lengkapnya mengenai beragam jenis alat ukur tersebut.

1. Penggaris

Penggaris adalah salah satu alat ukur yang pasti sudah tidak asing lagi bagi kita semua, karena sangat mudah didapatkan. Alat ukur panjang yang satu ini sangat sering digunakan oleh siswa sekolah, mahasiswa, atau bahkan di industri percetakan.

Pada umumnya, satuan yang terdapat pada penggaris adalah sentimeter (cm) dan inch. Selain itu, bentuk dan ukuran penggaris juga sangat bervariasi di pasaran, ada yang berbentuk segitiga, siku, atau bahkan busur.

2. Meteran

Meteran adalah salah satu alat ukur panjang yang cukup populer dan dikenal oleh banyak orang. Selain satuan sentimeter dan inch yang sama dengan penggaris, jarak rentang pada meteran biasanya lebih panjang dibandingkan dengan penggaris biasa.

Karena jangkauannya yang lebih luas, jenis alat ukur panjang ini sering digunakan untuk kebutuhan yang lebih berat, seperti pengukuran material atau lahan oleh para pekerja bangunan. Selain itu, meteran juga dapat digunakan untuk mengukur luas tanah, panjang jalan, dan masih banyak lagi.

Meskipun sering digunakan untuk keperluan profesional, namun sekarang ini meteran yang praktis dan mudah digunakan tersedia di pasaran, sehingga dapat dimanfaatkan oleh siapa saja.

3. Mikrometer Skrup

Mikrometer sekrup adalah salah satu jenis alat ukur panjang yang berbeda dengan penggaris atau meteran. Fungsinya lebih difokuskan pada pengukuran ketebalan objek secara lebih presisi.

Mikrometer sekrup sering digunakan dalam kegiatan industri, seperti pengukuran bahan logam, kertas, atau benda tipis lainnya. Tingkat akurasinya juga sangat tinggi, mencapai 0,01 milimeter.

Dalam proses pengukurannya, mikrometer sekrup menggunakan skala mikrometer dengan garis skala yang sangat kecil, serta menggunakan prinsip dasar mekanika untuk menghasilkan hasil pengukuran yang akurat.

4. Jangka Sorong

Alat ukur panjang yang sangat akurat dan canggih adalah jangka sorong. Didesain khusus untuk mengukur objek dengan ketebalan sangat kecil, jangka sorong memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi mencapai 0,1 milimeter.

Banyak digunakan di berbagai bidang seperti industri, mekanik, dan teknik. Jangka sorong memiliki dua bagian utama yaitu penggaris utama dan skala nonius, sehingga mampu memberikan hasil pengukuran yang akurat dan presisi.

B. Alat Ukur Tinggi Badan

Alat ukur tinggi badan digunakan untuk mengukur tinggi seseorang, baik itu bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. Jenis alat ini sangat penting untuk keperluan medis maupun non-medis.

Beberapa jenis alat ukur tinggi badan yang dapat Anda gunakan adalah:

  1. Pita ukur.
  2. Infantometer.
  3. Horizontal Length Scale (HLS).
  4. Antropometer.
  5. Stadiometer.
  6. Neonatometer.

C. Alat Ukur Volume

Alat Ukur Volume

Alat ukur volume digunakan untuk mengukur jumlah volume zat cair yang terdapat pada sebuah benda atau objek.

Berikut adalah macam-macam alat ukur volume:

  1. Gelas Ukur
  2. Erlenmeyer
  3. Buret

Berikut pembahasan lengkap dari setiap jenis alat ukur volume yang perlu diketahui.

1. Gelas Ukur

Gelas ukur adalah alat ukur volume yang terbuat dari kaca, berfungsi untuk mengukur volume dari suatu larutan atau zat cair. Pada permukaan gelas ukur terdapat skala pengukuran berupa angka yang menunjukkan jumlah volume larutan.

Satuan yang digunakan biasanya adalah milimeter, dan seringkali terdapat juga satuan liter atau mililiter. Selain itu, gelas ukur juga dilengkapi dengan leher yang memudahkan penggunaan saat menuangkan atau mengaduk larutan.

2. Erlenmeyer

Erlenmeyer merupakan jenis alat ukur volume yang sering digunakan di laboratorium sains. Berbeda dengan gelas ukur, Erlenmeyer memiliki bentuk yang lebih sempit pada bagian atas dan lebih lebar pada bagian bawah.

Alat ini terbuat dari kaca, sehingga bisa menahan zat cair yang bersifat korosif atau bereaksi dengan logam. Erlenmeyer juga biasanya dilengkapi dengan tutup yang bisa membantu menjaga agar zat cair yang diukur tetap bersih dan tidak terkontaminasi.

Fungsi dari Erlenmeyer sendiri yaitu untuk mengukur volume larutan atau zat cair, serta digunakan untuk melakukan reaksi kimia tertentu. Karena bentuknya yang stabil, erlenmeyer juga sering dipilih sebagai wadah untuk mengaduk dan mengocok larutan.

D. Alat Ukur Massa dan Berat

Alat Ukur Masa dan Berat

Dalam ilmu fisika, penting bagi kita untuk mengetahui besaran massa dan berat suatu objek. Oleh karena itu, terdapat berbagai jenis alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur massa dan berat tersebut.

Berikut adalah macam-macam alat ukur massa dan berat:

  1. Timbangan
  2. Neraca

Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkapnya mengenai alat ukur massa dan berat berikut ini.

1. Timbangan

Timbangan adalah salah satu jenis alat ukur berat yang sangat dikenal oleh banyak orang. Terdapat dua macam timbangan yang sering digunakan, yaitu timbangan digital dan timbangan analog. Namun, apa perbedaan antara keduanya?

Pada dasarnya, cara kerja kedua jenis timbangan tersebut berbeda dalam sistem pengukurannya.

  • Timbangan digital bekerja dengan menggunakan sensor untuk menghasilkan angka yang akurat.
  • Sedangkan timbangan analog menggunakan pegas untuk mengukur berat suatu objek

Sebagai akibatnya, timbangan digital memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan timbangan analog. Oleh karena itu, timbangan digital biasanya lebih sering digunakan di laboratorium atau di tempat lain di mana tingkat ketelitian sangat diperlukan.

2. Neraca

Dalam dunia ilmu fisika, pengukuran massa dan berat merupakan hal yang sangat penting. Meskipun terkadang kedua konsep ini seringkali disamakan, sebenarnya keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Massa diukur dalam satuan kilogram (kg) sebagai besaran pokok, sedangkan berat diukur dalam satuan Newton (N) atau Kg.m.s-2 sebagai besaran turunan dari massa.

Untuk mengukur berat suatu objek, digunakanlah alat ukur berat yang bernama neraca. Jenis-jenis neraca yang umum digunakan antara lain neraca pegas, neraca dua lengan, dan neraca Ohaus. Dalam proses pengukuran menggunakan neraca, akan terlihat perbedaan antara berat benda di permukaan bumi dengan berat benda di tempat lain karena adanya pengaruh gravitasi yang berbeda.

Dalam aplikasinya, neraca sering digunakan di berbagai bidang seperti di laboratorium kimia, toko bahan bangunan, ataupun di industri farmasi. Demikianlah ulasan mengenai alat ukur massa dan berat jenis neraca.

E. Alat Ukur Listrik

Alat Ukur Listrik

Alat ukur listrik digunakan untuk mengukur besaran listrik seperti tegangan, arus, resistansi, dan daya listrik. Terdapat beberapa jenis alat ukur listrik yang umum digunakan, antara lain:

  1. Voltmeter, alat ini digunakan untuk mengukur tegangan listrik dalam suatu rangkaian atau sirkuit.
  2. Amperemeter, alat ini digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir dalam suatu sirkuit.
  3. Multimeter, alat ini dapat mengukur tegangan, arus, dan resistansi dalam suatu sirkuit listrik.
  4. Ohmmeter, alat ini khusus digunakan untuk mengukur nilai resistansi dalam suatu rangkaian atau sirkuit listrik.
  5. Wattmeter, alat ini digunakan untuk mengukur daya listrik yang dikonsumsi oleh suatu perangkat atau sirkuit.

Dalam mengukur listrik, penting untuk menggunakan alat ukur yang sesuai dan memahami cara penggunaannya dengan benar untuk menghindari kesalahan pengukuran dan bahaya listrik.

F. Alat Ukur Waktu

Alat Ukur Waktu

Alat ukur waktu merupakan jenis alat yang digunakan untuk menentukan atau mengukur rentang waktu tertentu. Salah satu contoh alat ukur waktu yang paling umum adalah stopwatch. Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur waktu dengan presisi tinggi, dan sering digunakan dalam kegiatan olahraga atau aktivitas yang memerlukan pengukuran waktu yang tepat.

Selain itu, ada beberapa macam alat ukur waktu yang biasa digunakan, diantaranya adalah:

  1. Jam analog,
  2. Jam digital,
  3. Stopwatch.
  4. Kalender.

Simak penjelasan lebih jelasnya mengenai beragam alat ukur waktu di bawah ini.

1. Jam Analog

Jam analog merupakan salah satu jenis alat ukur waktu yang umum digunakan untuk menunjukkan waktu. Alat ini berisi roda gigi, jarum panjang, dan jarum pendek yang berputar pada sebuah layar atau dial yang berisi angka-angka atau tanda-tanda waktu.

2. Jam Digital

Jam digital merupakan salah satu jenis alat ukur waktu yang menggunakan angka digital untuk menunjukkan waktu. Alat ini biasanya memiliki layar LCD atau LED yang menampilkan angka-angka waktu secara digital.

Fungsi dari jam digital adalah sama dengan jam analog, yaitu untuk menunjukkan waktu. Akan tetapi, jam digital dapat memberikan informasi waktu yang lebih akurat dan tepat karena tidak memerlukan interpretasi yang dibutuhkan pada jam analog. Selain itu, beberapa jam digital juga dilengkapi dengan fitur tambahan seperti kalender, alarm, dan stopwatch.

3. Stopwatch

Stopwatch adalah salah satu jenis alat ukur waktu yang memiliki fungsi berbeda dari jam analog dan digital. Alat ini berfungsi untuk mengukur waktu dengan akurasi yang tinggi, baik dalam satuan detik, menit, atau bahkan jam.

Stopwatch digunakan untuk mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah kegiatan atau tugas, seperti lari jarak pendek, balap mobil, atau bahkan dalam penelitian ilmiah. Selain itu, stopwatch juga dapat digunakan sebagai alat pengatur waktu atau alarm, terutama pada kegiatan atau olahraga yang memerlukan waktu yang terbatas.

Stopwatch biasanya dilengkapi dengan beberapa tombol untuk mengontrol pengukuran waktu, seperti tombol start, stop, dan reset. Beberapa stopwatch modern juga dilengkapi dengan fitur tambahan seperti lap timer atau countdown timer.

4. Kalender

Kalender adalah alat yang digunakan untuk menunjukkan sistem waktu dalam bentuk tahun, bulan, dan hari. Alat ini sangat penting bagi manusia untuk memahami dan mengatur waktu, serta untuk menentukan tanggal penting seperti hari libur, ulang tahun, dan perayaan agama.

Satu tahun pada umumnya terdiri dari 365 hari. Namun, setiap empat tahun sekali, terdapat tahun kabisat yang memiliki 366 hari. Tahun kabisat ditandai dengan penambahan satu hari ekstra pada bulan Februari. Tujuan dari tahun kabisat adalah untuk menyelaraskan kalender dengan pergerakan bumi yang mengelilingi matahari.

G. Alat Ukur Suhu

Alat Ukur Suhu

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan telah menjadi alat yang sangat penting dalam berbagai bidang, seperti industri, kesehatan, dan penelitian. Terdapat berbagai jenis termometer yang tersedia di pasaran, masing-masing dengan keunggulan dan kelemahan yang berbeda.

Berikut adalah macam-macam termometer yang paling umum digunakan hingga saat ini.

  1. Termometer digital.
  2. Termometer ruang.
  3. Termometer laboratorium.
  4. Termometer bimetal.
  5. Termometer inframerah.
  6. Termometer klinis.
  7. Termometer termokopel.

H. Alat Ukur Kelembaban Udara

Alat Ukur Kelembaban Udara

Hygrometer adalah nama alat ukur kelembaban udara. Alat ini sering digunakan oleh badan atau organisasi yang menangani cuaca, seperti Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Selain itu, industri makanan atau minuman juga memerlukan hygrometer untuk mengetahui tingkat kelembaban yang sesuai agar makanan dan minuman lebih awet.

Selain hygrometer, BMKG juga memerlukan beberapa alat ukur lainnya untuk menangani masalah cuaca, di antaranya:

  1. Anemometer (alat ukur kecepatan dan arah angin)
  2. Ombrometer (alat ukur curah hujan)
  3. Barometer (alat ukur tekanan udara).

Sedangkan untuk keperluan industri, alat pengukur kelembaban udara bisa disesuaikan dengan kapasitas ruang produksi atau disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing jenis industri.

I. Alat Ukur Kecepatan

Ngomongin soal kecepatan, setidaknya ada 3 jenis alat ukur kecepatan yang bisa Anda gunakan untuk mengkurnya.

Macam-macam alat ukur kecepatan diantaranya adalah:

  1. Anemometer (Alat pengukur kecepatan angin).
  2. Velocimeter (Alat pengukur kecepatan udara atau angin).
  3. Speedometer (Alat pengukur kecepatan laju kendaraan).

J. Alat Ukur Tanah

Alat Ukur Tanah

Beberapa alat ukur tanah yang sering digunakan adalah Theodolite dan Altimeter. Kedua jenis alat ini memiliki fungsi yang berbeda. Theodolite digunakan untuk mengukur ketinggian dan kemiringan tanah, sehingga sering digunakan dalam perencanaan proyek bangunan pada tahap awal.

Sedangkan Altimeter berfungsi untuk menentukan ketinggian tanah sesuai dengan permukaan air laut. Jika Anda ingin mengetahui nilai MDPL (meter di bawah permukaan laut) sebuah gunung, Altimeter bisa menjadi solusinya.

K. Alat Ukur Intensitas Cahaya

Alat Ukur Intensitas Cahaya

Lux meter merupakan alat ukur intensitas cahaya yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat penerangan suatu area atau lingkungan. Misalnya, cahaya lampu di dalam ruangan, gedung, atau area terbuka.

Pengaturan intensitas cahaya sangat penting untuk menciptakan suasana yang nyaman dan fungsional di ruangan atau area tersebut. Pengaturan yang tepat akan memastikan cahaya yang cukup tanpa terlalu terang atau terlalu redup, sehingga tidak mengganggu penglihatan dan memberikan kenyamanan yang optimal.

Kesimpulan

Demikianlah pembahasan tentang berbagai macam alat ukur yang dilengkapi dengan jenis dan penjelasannya.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa alat ukur berfungsi untuk mengukur suatu objek, mulai dari panjang, volume, hingga intensitas cahaya.

Dalam bidang ilmu fisika, alat ukur memegang peran penting untuk mengetahui nilai dari berbagai besaran yang diukur. Sehingga, dapat membantu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.