Piezoelectric Buzzer: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja

Piezoelektrik Buzzer

Piezoelectric buzzer merupakan salah satu komponen penting dalam dunia elektronik. Komponen ini digunakan untuk menghasilkan suara dalam rangkaian alarm dan perangkat elektronik lainnya. Piezoelectric buzzer sangat populer digunakan dalam perangkat-perangkat portabel seperti telepon genggam, jam tangan, dan alarm kebakaran.

Proses awal dalam penggunaan piezoelectric buzzer melibatkan pengaturan tegangan listrik pada beberapa taraf tertentu. Sementara itu, cara kerja piezoelectric buzzer bergantung pada pengaturan tegangan input, getaran suara, dan gelombang bunyi.

Mari simak pembahasan selengkapnya mulai dari jenis, fungsi hingga cara kerja dari piezoelectric buzzer akan dikupas hingga tuntas untuk Anda.

Jenis-Jenis Piezoelectric Buzzer

Piezoelectric buzzer merupakan jenis alat yang membutuhkan frekuensi antara 1-5 KHz. Kelebihannya yang paling dipertimbangkan oleh pengguna yakni harganya yang murah, mudah digunakan, dan ringan. Komponen ini dilengkapi dengan sirkuit khusus untuk setiap jenisnya.

1. Piezoelectric Buzzer Jenis Kristal Frekuensi

Piezoelektrik Buzzer Jenis Kristal Frekuensi

Piezoelectric crystal adalah komponen penting dalam buzzer yang berfungsi untuk menghasilkan bunyi sesuai dengan komposisi dan konstruksi kristalnya. Karena memiliki resonansi frekuensi, piezoelectric crystal memerlukan tegangan AC sinus/AC blok, osilator, dan driver agar dapat beroperasi dengan baik.

Tanpa kehadiran piezoelectric crystal, komponen buzzer lainnya tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi pengguna buzzer untuk memahami kebutuhan dan cara kerja dari setiap komponen agar buzzer dapat berfungsi secara optimal dan menghasilkan bunyi yang diinginkan.

2. Piezoelectric Buzzer Jenis Magnetic

Piezoelektrik Buzzer Jenis Magnetic

Piezoelectric buzzer magnetik memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis piezoelectric buzzer yang pertama. Bentuknya mirip dengan bundaran hitam dan kotak kecil hitam yang bertuliskan speaker. Buzzer jenis ini dapat menghasilkan bunyi berkat rangkaian yang disusun di dalamnya.

Untuk membuat buzzer jenis ini berfungsi, dibutuhkan tegangan AC dan osilator. Banyak perangkat elektronik seperti komputer dan laptop yang menggunakan jenis buzzer ini.

Cara kerja piezoelectric buzzer magnetik adalah dengan menggunakan komponen seperti gulungan kawat tembaga tipis, inti logam, dan membran logam tipis. Komponen-komponen ini memungkinkan arus listrik untuk mengalir melalui buzzer, sehingga dapat menghasilkan suara yang diinginkan.

3. Piezoelectric Buzzer Jenis Electric Magnetic

Piezolektrik Buzzer Jenis Electric Magnetic

Piezoelectric Buzzer Electric Magnetic terdiri dari beberapa komponen kecil yang penting. Beberapa contohnya adalah tegangan DC, osilator internal, dan logam tipis yang bergetar. Hal ini karena terdapat polaritas pada terminal plus (+) dan minus (-).

Untuk membuat komponen buzzer ini berfungsi, dibutuhkan juga pelengkap seperti baterai, adaptor, aki, dan sebagainya. Salah satu contoh penggunaan buzzer ini dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai mini alarm switch.

Sementara itu, jenis Piezoelectric buzzer electric merupakan salah satu jenis komponen buzzer yang memiliki rangkaian proses operasi yang sederhana. Berikut ini beberapa urutan tahapannya :

Tegangan DC – osilator internal – terjadi isolasi – lempengan piezoelectric – bunyi.

4. Piezoelectric Buzzer Arduino

Piezolektrik Buzzer Arduino

Buzzer Piezoelektrik Arduino adalah salah satu komponen penting dalam rangkaian listrik elektronik yang memungkinkan kinerja optimal. Terdapat dua jenis buzzer Arduino yaitu buzzer aktif dan buzzer pasif. Berikut ini penjelasan tentang kedua jenis buzzer tersebut.

  • Buzzer Aktif: Buzzer jenis ini menghasilkan suara sendiri atau stand alone saat tegangan listrik diberikan.
  • Buzzer Pasif: Buzzer jenis ini mengatur program untuk menghasilkan nada tinggi atau rendah. Contohnya adalah speaker yang memiliki komponen kecil Arduino.

Buzzer Arduino memiliki kelebihan dan kekurangan, dimana molekul dalam buzzer jenis ini dapat dipolarisasi oleh struktur kristalnya. Buzzer jenis ini juga dapat diatur oleh tekanan, gaya listrik, dan tegangan listrik.

Ketika arus listrik mengalir, akan menghasilkan gerakan mekanik dan getaran suara akan terbentuk. Atau, proses ini dapat berupa tekanan atau ketukan mekanik yang dihasilkan oleh energi listrik. Oleh karena itu, buzzer jenis ini dapat bekerja dengan efektif pada mesin cuci.

Buzzer jenis ini memiliki tiga spesifikasi utama, yaitu bentuk tabung hitam untuk keluarnya bunyi, kaki pin negatif/kaki buzzer pendek difungsikan untuk arus negatif/GND, dan kaki pin positif atau kaki buzzer panjang digunakan untuk arus positif/VCC (5V).

Buzzer Piezoelektrik ini juga memiliki dua spesifikasi utama yaitu buzzer aktif dan buzzer pasif. Buzzer aktif memiliki rangkaian osilator - tegangan DC - bunyi dengan nada yang sama, sedangkan buzzer pasif memiliki rangkaian khusus - pengatur frekuensi - Arduino atau mikrokontroler - dan nada yang bervariasi.

Buzzer jenis ini tidak akan menghasilkan suara jika hanya diberikan tegangan DC. Hal ini disebabkan karena buzzer ini memiliki tiga kualitas utama, yaitu tegangan 3v-12v DC2, resistansi 16 ohm dan 3/16R. Ukuran buzzer komponen ini adalah 12 mm dengan ketebalan 8,5 mm dan mampu menghasilkan suara dengan level kebisingan 80-85 dB.

Warna komponen buzzer jenis Arduino ini sangat bervariasi tergantung pada jenisnya.

Anda juga bisa melihat contoh program buzzer Arduino, sebagai berikut:

a. Program Arduino Secara Umum

Secara keseluruhan, program ini akan menggunakan beberapa komponen pendukung berikut:

  • Arduino Uno + kabel.
  • Perangkat lunak.
  • Tegangan 5V.
  • Kabel

Untuk konfigurasi pin, terdapat 6 pin pada Arduino yang akan dihubungkan dengan buzzer, dimana kutub positif/kaki panjang buzzer akan dihubungkan dengan salah satu pin Arduino, dan kutub negatif/kaki pendek buzzer akan dihubungkan dengan pin GND Arduino.

b. Program Arduino Ultrasonik HC-SR04

Arduino ultrasonik HC SR04 terdiri dari enam jenis komponen yang saling berinteraksi. Berikut adalah enam jenis komponen tersebut:

  • Ano + kabel.
  • Software IDE.
  • Tegangan 5 volt.
  • Kabel jumper.
  • Breadboard.
  • Sensor HC-SR04 Ultrasonik.

Kombinasi keenam jenis komponen ini akan saling berhubungan satu sama lain untuk menghasilkan suara atau nada sebagai hasil akhirnya.

c. Program Arduino Push Button

Terdapat enam program yang dapat digunakan untuk mengoperasikan Arduino Push Button. Keenam program tersebut digunakan untuk menghasilkan nada yang diinginkan. Berikut adalah beberapa program yang paling umum digunakan:

  • Arduino uno + kabel.
  • Perangkat lunak.
  • Tegangan 5 volt.
  • Kabel jumper.
  • Tombol tekan.
  • Sensor Ultrasonik HC-SR04.

Fungsi Buzzer Secara Umum

Buzzer memiliki fungsi utama untuk memproses bunyi dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, baik di rumah maupun sebagai alat penunjang keamanan.

Buzzer digunakan pada berbagai perangkat dan alat, seperti bel rumah, alarm, sirine untuk truk saat mundur, dan digunakan oleh tukang parkir atau satpam. Selain itu, buzzer juga digunakan pada komponen alat anti maling, alat timer, dan lain sebagainya.

Meskipun bentuk buzzer mirip dengan loudspeaker, namun buzzer mempunyai fungsi yang lebih sederhana.

Cara Kerja Buzzer

Cara kerja buzzer sangat sederhana, yaitu:

  • Kumparan di dalam buzzer dialiri listrik sehingga menghasilkan medan elektromagnetik. Medan elektromagnetik ini kemudian mempengaruhi polaritas magnet di dalam buzzer sehingga kumparan bergerak ke dalam atau ke luar. Kumparan ini terhubung dengan diafragma di dalam buzzer.
  • Gerakan bolak-balik dari diafragma membuat udara bergetar, dan akhirnya menghasilkan suara. Buzzer dapat beroperasi pada tegangan listrik tertentu yang cocok dengan kebutuhan suara yang diinginkan.

Piezoelectric Buzzer dengan Spesifikasi Terbaik

Piezoelektrik Buzzer dengan Spesifikasi Terbaik

Buzzer 5V memiliki spesifikasi suara yang nyaring dengan ukuran yang kecil. Komponen kecil dalam buzzer ini terdiri dari mikrokontroler yang akan menghasilkan bunyi dengan berbagai notifikasi dan nada.

Spesifikasi lain seperti tegangan, arus, jarak kebisingan, frekuensi suara, dan diameter bahan yang digunakan akan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Setiap jenis buzzer memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai teori buzzer piezoelektrik pada perangkat elektronik. Dengan pemahaman tersebut, Anda dapat menggunakan komponen tersebut secara efektif. Selain itu, Anda juga dapat memilih jenis buzzer yang memiliki spesifikasi paling sesuai dengan kebutuhan Anda.