Antena Yagi: Pengertian, Fungsi, Skema, Rumus, Jenis dan Cara Kerja

Antena Yagi

Antena yagi, juga dikenal sebagai antena yagi-uda, merupakan jenis antena yang ditemukan oleh ilmuwan Jepang bernama Shintaro Uda dan Hidetsugu Yagi.

Meskipun bentuknya mirip dengan antena televisi yang akrab di Indonesia, antena yagi kurang populer dibandingkan dengan antena jenis lain seperti antena grid, parabola, omni, dan wajan bolic.

Antena yagi memiliki bentuk yang mirip dengan tulang ikan dan memiliki fungsi yang sangat baik untuk jaringan wifi jarak jauh.

Namun, ini jarang digunakan dalam konteks jaringan wifi meskipun memiliki banyak kelebihan. Artikel ini akan menjelaskan pengertian, fungsi, cara kerja, skema, dan berbagai jenis antena yagi secara detail.

Pengertian Antena Yagi

Antena yagi adalah jenis antena tunggal yang memiliki struktur internal berupa susunan dipol bujur sangkar, serta elemen umpan dan elemen parasit lainnya.

Bentuk fisik antena yagi sangat mirip dengan antena televisi, dengan struktur yang menyerupai tulang ikan. Namun, antena yagi adalah antena direksional atau satu arah yang terdiri dari tiga komponen utama, yaitu driven, reflector, dan director.

Reflector dalam antena ini berfungsi untuk mengarahkan pancaran gelombang ke satu arah. Antena yagi serupa dengan antena parabola, namun pola pancaran sinyalnya lebih fokus dan tidak melebar.

Antena ini biasanya dibuat untuk dua frekuensi, yaitu 2,4 GHz dan 5,8 GHz. Jangkauan jarak antena yagi termasuk dalam kategori jarak menengah hingga jarak jauh, dengan penguatan sinyal mencapai 28 dBi.

Fungsi Antena Yagi

Sebenarnya secara singkat, fungsi dari antena yagi sudah kita bahas diatas. Namun, ada beberapa fungsi pokok dari antena yagi yang harus Anda ketahui.

Antena yagi memiliki tiga fungsi pokok yang perlu diketahui:

  • Sebagai konverter yang artinya mampu mengubah energi listrik menjadi gelombang elektromagnetik, dan sebaliknya, mengubah gelombang elektromagnetik menjadi energi listrik.
  • Sebagai radiator, yakni untuk memancarkan gelombang elektromagnetik ke udara bebas di sekitarnya. Selain itu, antena juga mampu menangkap gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh sumber lain, atau disebut re-radiator.
  • Sebagai impedansi matching, Antena yagi selalu menyesuaikan impedansi antara saluran transmisi dan udara bebas. Saat antena bekerja, ia akan menyesuaikan impedansi saluran dengan impedansi udara.

Meskipun fungsi pokok antena yagi tersebut mirip dengan antena wifi lainnya, karakteristik bentuk antena yagi memberikan fungsi yang lebih spesifik.

Fungsi lebih spesifik dari antena yagi adalah sebagai berikut:

  • Antena direksional, Antena yagi bekerja secara direksional atau satu arah. Bagian belakang reflector memiliki gain yang rendah, karena semua gain diarahkan ke bagian depan.
  • Peningkatan kekuatan sinyal, Antena yagi berfungsi untuk meningkatkan kekuatan sinyal wifi. Kekuatan sinyal dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti bentuk dan ukuran reflector, jumlah director, dan lainnya.
  • Operasi pada satu frekuensi, Antena yagi menangkap dan memancarkan sinyal pada satu frekuensi. Frekuensi ditentukan oleh bagian driven pada antena. Misalnya, antena untuk 2,4 GHz berbeda dengan antena untuk 5,8 GHz.
  • Peningkatan jarak jangkauan, Fungsi antena yagi adalah meningkatkan jarak jangkauan. Antena ini digunakan untuk jarak menengah hingga jarak jauh. Jarak jangkauan dapat ditingkatkan dengan faktor-faktor seperti reflector, director, dan kekuatan radio.

Dengan karakteristik-karakteristik tersebut, antena yagi memiliki fungsi yang lebih spesifik dalam meningkatkan kekuatan dan jarak jangkauan sinyal wifi.

Cara Kerja Antena Yagi

Cara Kerja Antena Yagi

Antena yagi adalah antena direksional yang bekerja dengan mengirim atau menerima sinyal radio dalam satu arah. Cara kerjanya serupa dengan antena direksional lainnya seperti antena parabola atau antena grid.

Misalnya, antena parabola mengarahkan sinyal ke bagian depan lengkungannya dengan kekuatan sinyal yang besar, sementara kekuatan sinyal di bagian belakang sangat kecil.

Antena yagi memiliki gain atau kekuatan sinyal yang baik, dengan jangkauan hingga 40-60 km.

Faktor-faktor berikut ini mempengaruhi kekuatan sinyal:

  • Bentuk dan ukuran reflector, Antena yagi memiliki berbagai bentuk reflector, seperti bolic, corner, disc, dll. Ukuran reflector yang lebih besar akan meningkatkan jangkauan sinyal.
  • Jumlah director, Director digunakan untuk mengarahkan antena. Semakin banyak batang director, semakin tinggi kekuatan sinyal. Namun, pola pancaran antena menjadi lebih sempit.

Kedua faktor ini memainkan peran penting dalam menentukan kekuatan sinyal antena yagi.

Skema Antena Yagi 4 Elemen

Skema Antena Yagi 4 Elemen

Antena yagi memiliki skema yang mirip dengan struktur tulang ikan, terdiri dari beberapa bagian utama:

1. Reflector

Reflektor berfungsi sebagai bagian kepala dari struktur tulang ikan. Tugasnya adalah memantulkan sinyal ke arah depan atau arah tulang ikan, mengarahkannya sesuai dengan ujung tulang.

2. Driven

Bagian driven merupakan tulang besar di bagian leher yang menjadi pusat antena yagi. Di dalamnya terdapat elemen yang menentukan frekuensi radio yang disebarkan. Bentuk fisiknya berupa batang dengan panjang setengah dari panjang gelombang yang akan disebarkan.

3. Director

Director adalah bagian tulang kecil dalam skema antena yagi, berfungsi sebagai pengarah antena. Ukurannya lebih kecil dari driven. Jumlah director dapat mempengaruhi gain antena, namun perlu diperhatikan karena jumlahnya juga memengaruhi pola pengarahannya. Semakin banyak director, pola pengarahannya semakin sempit.

4. Boom

Boom adalah bagian yang berperan sebagai tulang panjang dalam struktur antena yagi. Boom digunakan sebagai tempat bagi elemen-elemen lainnya, seperti reflector, driven, dan director.

Rumus Antena Yagi

Dalam menghitung panjang setiap elemen antena yagi, digunakan rumus sebagai berikut.

Rumus Antena Yagi

Keterangan :

Lamda (λ) = Panjang Gelombang Elektromagnetik (meter)

C = Kecepatan Rambat Gelombang Elektromagnetik dengan konstanta 300.000.000 m/s

Freq = Frekuensi (Hz)

Cara Memasang Antena Yagi

Cara Memasang Antena Yagi

Antena yagi telah menjadi pilihan umum dalam pemasangan antena televisi, tetapi jarang digunakan untuk antena wifi.

Meskipun begitu, kebanyakan orang sudah familiar dengan cara memasang antena yagi, dan panduan pemasangan biasanya disertakan.

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam memasang antena yagi:

  • Pilih antena yang sesuai dengan frekuensi radio yang akan digunakan. Antena wifi umumnya menggunakan frekuensi 2,4 GHz atau 5,8 GHz.
  • Arahkan antena sesuai dengan ujung ekor atau bagian depan dari reflector.
  • Hubungkan kabel dari perangkat pengirim (transmitter) ke antena melalui bagian driven.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat memasang antena yagi dengan benar untuk keperluan wifi.

Jenis-Jenis Antena Yagi

Antena yagi memiliki berbagai jenis yang dapat dibedakan berdasarkan bentuk reflector dan jenis frekuensi.

Berikut adalah jenis-jenis antena yagi berdasarkan bentuk reflector:

  • Antena yagi dengan reflector grid.
  • Antena yagi dengan reflector bolic.
  • Antena yagi dengan reflector dish.
  • Antena yagi dengan reflector corner.

Sedangkan berdasarkan jenis frekuensi, terdapat jenis antena yagi berikut:

  • Antena yagi frekuensi 2,4 GHz.
  • Antena yagi frekuensi 5,8 GHz.
  • Antena yagi multiband, yang dapat digunakan untuk frekuensi 2,4 GHz dan 5,8 GHz.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai antena yagi, mulai dari pengertian, fungsi, cara kerja, skema, hingga berbagai jenisnya.

Antena yagi umumnya dikenal luas dalam penggunaan antena televisi, tetapi kurang populer dalam produk antena wifi.